Jejak Kemandirian Masyarakat Di Kawasan Terpojok

PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap

Jejak Kemandirian Masyarakat  Di Kawasan Terpojok
Kategori
Penerbitan Buku
ISBN
9786340441031
Tahun Terbit
2025
Harga
Rp 94.500

Di pesisir barat Cilacap, terdapat sebuah kampung bernama Kutawaru. Selama bertahun-tahun, masyarakatnya hidup dalam keterbatasan. Para nelayan masih bergantung pada cara-cara tradisional, para perempuan eks-TKW kembali ke desa tanpa keterampilan baru, dan masalah sampah menumpuk tanpa solusi. Kutawaru dikenal sebagai kawasan terpojok dikarenakan kondisi grografis yang dipisahkan oleh sungai bengawan donan memisahkan dari pusat kota. Kondisi ini mengakibatkan akses akan pembangunan terbatas. Istilah terpojok pada kutawaru lambat laun disebut sebgai jojok atau kawasan terpojok. Namun, segalanya mulai berubah ketika lahir sebuah gerakan kegiatan bernama Masyararakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU). Merupakan kisah masyarakat yang menemukan kembali kekuatannya. Dari tambak sederhana yang kini lebih produktif, dari sampah plastik yang diolah menjadi minyak dan paving block, dari daun welid yang disulap jadi kerajinan, hingga dari maggot yang memberi makan ikan dan menghidupkan lahan pertanian. Lebih dari sekadar inovasi lingkungan, Kutawaru kini menjadi panggung kisah-kisah inspiratif tentang keberanian, kebersamaan, dan harapan. Buku ini menuturkan perjalanan itu dengan suara para pelaku—para nelayan, ibu rumah tangga, eks-TKW, pemuda, hingga anak-anak. “Jejak Kemandirian Masyarakat di Kawasan Terpojok” sebuah buku inspiratif tentang bagaimana sebuah desa kecil mampu memberi pelajaran besar: bahwa ketika masyarakat diberdayakan, perubahan sejati akan lahir, dan harapan akan selalu menemukan jalannya.